//
you're reading...
Uncategorized

SEJARAH INDIA KUNO


Perbatasan kerajaan
Perbatasan antar kerajaan jarang berupa pagar atau tembok dengan pos penjagaan. Yang sering dipakai perbatasan adalah wilayah alami seperti: sungai, hutan, gunung, dan lembah. Sungai sering dijadikan perbatasan bagi dua kerajaan yang berdekatan. Kadang-kadang, terdapat hutan belantara yang labih luas daripada kerajaan itu sendiri dan dijadikan suatu daerah perbatasan. Pegunungan seperti Himalaya, Windhyadan Sahya juga dijadikan perbatasan alami.
Kota dan desa
Beberapa kerajaan mendirikan pusat pemerintahan di suatu kota tertentu yang pada akhirnya menjadi suatu ibukota atau sebagai kerajaan kecilnya. Sebagai contoh, kerajaan para Pandawa adalah Indraprastha dan kerajaan para Korawa adalah Hastinapura. Ahichatra adalah ibukota Panchala Utara sementara Kampilya adalah ibukota Panchala Selatan. Kerajaan Kosala memiliki ibukota Ayodhya.
Pada suatu wilayah di kota utama atau ibukota didirikanlah suatu istana sebagai pusat pemerintahan, sementara desa-desa terhampar di sekelilingnya. Pajak dikumpulkan oleh pemungut pajak yang merupakan orang tepercaya untuk mengatur administrasi keuangan di desa tertentu. Kontribusi Raja kepada rakyatnya yang sudah membayar pajak adalah melindungi mereka dari ancaman serbuan kerajaan lain atau serangan bangsa perampok. Raja pula yang memberi keadilan dan hukuman bagi orang yang melanggar aturan.
Hubungan antar kerajaan
Tidak ada pos perbatasan antar kerajaan dan perdebatan mengenai batas wilayah jarang terjadi. Seorang Raja biasanya membuat angkatan perang (biasanya disebut Digvijaya yang berarti pemenang dari segala pemimpin) dan menaklukkan kerajaan lain dalam suatu pertempuran, berlangsung dengan cepat atau bisa juga selama berhari-hari. Raja yang kalah harus mengakui keunggulan dari Raja yang menang. Raja yang kalah kadang-kadang menyerahkan upeti kepada Raja yang menang. Upeti dikumpulkan hanya sekali, tidak secara berkala. Biasanya, Raja yang kalah bebas mengatur kerajaannya sendiri, tanpa mengadakan hubungan pemerintahan dengan Raja yang menang. Tidak ada kerajaan yang bergabung dengan kerajaan lain untuk lebur menjadi satu. Beberapa Raja biasanya membuat suatu upacara kenegaraan (contohnya Rajasuya atau Aswamedha). Raja yang kalah diundang oleh Raja yang menang dan harus mau datang sebagai teman atau sekutu.
Kerajaan baru
Kerajaan baru terbentuk apabila ada Maharaja dari suatu Wangsa atau Dinasti memiliki keturunan yang banyak. Keturunan Wangsa Kuru dan Ikshwaku telah berhasil mendirikan berbagai kerajaan di wilayah India utara. Sementara itu, keturunan Wangsa Yadawa mendirikan banyak kerajaan di wilayah India tengah.

Perbedaan budaya di setiap kerajaan
Kerajaan di India bagian barat didominasi oleh suku bangsa yang kebudayaannya berbeda dengan kebudayaan Weda, tidak seperti kerajaan India lainnya. Kerajaan tersebut mendapat pengaruh kebudayaan timur tangah. Begitu pula kerajaan di bagian Selatan, kebudyaan berbeda dengan kerajaan para Kuru dan Panchala, namun perbedaannya tidak terlalu mencolok. Kemungkinan perbedaan tersebut terjadi karena pengaruh budaya Dravida. Suku bangsa yang berbeda-beda diklasifikasi oleh Weda dengan istilah Mlechha. Kerajaan di India Utara, di bawah pegunungan Himalaya, jarang muncul dalam sastra India kuno. China muncul sebagai kerajaan dan dikenal dengan nama “Chin”, dikelompokkan sebagai kerajaan “Mlechcha” (suku bangsa yang budayanya lain dengan budaya India pada masa itu). Dalam sastra India kuno, disebutkan bahwa kerajaan di India Utara dipenuhi oleh berbagai kerajaan dengan suku bangsa yang penuh misteri. Kerajaan yang terkemuka di antara mereka adalah Kuru Utara atau Uttara Kuru. Beberapa sastra menyebutkan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah para Dewa. Kadang-kadang kerajaan tersebut muncul selayaknya seperti kerajaan lain, kadang-kadang disebut negeri tanpa Raja, kadang-kadang sebagai Republik. Kata “Kuru” yang sama, membuatnya dihubungkan dengan “Dinasti Kuru” di India (Korawa dan Pandawa). Beberapa sejarawan menganggap mereka merupakan leluhur bangsa Kuru di seluruh India, dan pada mulanya berada di India Utara (diidentifikasikan sebagai Kirgistan dan Tajikistan) kemudian menyebar di daratan India, mendirikan kerajaannya di wilayah negara bagian Haryana dan Uttar Pradesh di India.
Zaman Batu
70.000–3300 SM
• Kebudayaan Mehrgarh
• 7000–3300 SM
Peradaban lembah sungai Indus
3300–1700 SM
Kebudayaan Harappa
1700–1300 SM
Zaman Weda
1500–500 SM
• Zaman besi
• 1200–500 SM
• Kerajaan dalam Weda 1200–700 SM
Maha Janapadas
700–300 SM
Kerajaan Magadha
1700 SM–550 M
• Dinasti Maurya
• 321–184 SM
Kerajaan tengah
230 SM–1279 M
• Kerajaan Satawahana
• 230 SM–199 M
• Kerajaan Kushan
• 60–240
• Kerajaan Gupta
• 240–550
• Kerajaan Pala
• 750–1174
• Kerajaan Chola
• 848–1279
Kesultanan Islam
1206–1596
• Kesultanan Delhi
• 1206–1526
• Dekhan
• 1490–1596
Kerajaan Hoysala
1040–1346
Kerajaan Kakatiya
1083–1323
Kerajaan Wijayanagara
1336–1565
Kerajaan Mughal
1526–1707
Kerajaan Maratha
1674–1818
Masa kolonial
1757–1947
Zaman modern
tahun 1947 ke atas
Sejarah India Selatan
Bangladesh • Bhutan • India
Maladewa • Nepal • Pakistan • Sri Lanka

Sejarah daerah
Assam • Bengal • Wilayah Pakistan
Punjab • Sindh • India Selatan • Tibet

Sejarah istimewa
Dinasti di India • Ekonomi • Indologi • Bahasa • Sastra
Maritim • Militer • Iptek

About nugrahagilang

MARILAH MAJUKAN DUNIA PENGETAHUAN DENGAN PERCAYA DIRI

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: