//
you're reading...
Uncategorized

PERJANJIAN BANGSA BARAT DI WILAYAH ASIA


Perjanjian bangsa barat di wilayah asia

Ø PERJANJIAN INGGRIS DAN ARAB

Inggris membujuk Sjarif Husein agar bangsa Arab mengangkat senjata terhadap Turki dan berperang dipihak sekutu. Sjarif Husein mengemukakan satu syarat yaitu seluruh daerah Arab yang berada dibawah kekuasaan Turki harus dibebaskan dan menjadi satu wilayah Negara merdeka dan berdaulat, termasuk Irak, Suria, Palestina dan Jazirah Arab kecuali Aden, jajahan Inggris.setelah beberapa lama diadakan surat menyurat antara Sjarif Husein dan Sir Henry Mc Mahon, Raja Muda Inggris di Mesir, tercapailah persetujuan antara kedua belah pihak mengenai syarat yang diajukan oleh Sjarif Husein itu. Dengan demikian bangsa arab mengangkat senjata terhadap Turki dan berperang di pihak sekutu.

Ketika Perang Dunia I selesai, Inggris dipihak yang menang. Bangsa Arab menuntut kepada Inggris untuk melaksanakan janjinya. Akan tetapi Inggris tidak mau menepati janjinya itu. Ia hanya mau mengakui Hijaz sebagai satu kerajaan dibawah pimpinan Sjarif Husein.

Ketika perundingan berlangsung antara Sjarif Husein dan Sir Henry Mc Mahon, Inggris juga mengadakan perjanjian rahasia dengan Perancis untuk membagi-bagi negeri Arab. Perjanjian rahasia ini akhirnya menghasilkan satu perjanjian rahasia yang terkenal dengan Perjanjian Sykes-Picot dimana ditentukan bahwa daerah Suria dan libanon akan menjadi daerah pengaruh Perancis, sedangkan daerah Irak akan menjadi daerah Inggris. Palestina akan dijadikan daerah internasional dengan catatan bahwa pelabuhan-pelabuhan Heiffa dan Akka harus berada dibawah kekuasaan Inggris.

Kemudian dengan Konferensi San Remo dan dengan persetujuan LBB buatan sekutu, Suri dan Libanon diletakkan dibawah mandat Perancis sedangkan Irak dan Palestina berada dibawah Inggris. Dengan ini ternyata bangsa Arab telah ditipu mentah-mentah oleh Inggris dihadapan dunia internasional.

Ø PERJANJIAN LONDON

Pada tanggal 26 April 1915 telah ditandatangani suatu persetujuan rahasia antara Inggris, Perancis, Rusia dan Italia, persetujuan yang terkenal dengan Treaty of London. Perjanjian ini adalah sebagai upah yang harus dibayar oleh sekutu kepada Italia atas kesediaannya membelot kepada sekutu dan mengangkat senjata terhadap Jerman.

  • Isi perjanjian London:

a. Italia diberi kekuasaan penuh atas kepulauan Dodecanese sepanjang pantai Turki, kepulauan yang berada di bawah pendudukan Italia sejak tahun 1912

b. Segala hak dan keistimewaan yang dimiliki Sultan di Libia berdasar atas perjanjian Lausanne tahun 1912 berpindah kepada Italia

c. Pasal 9 (yang paling penting) menyatakan antara lain sebagai berikut:

Perancis, Inggris dan Rusia mengakui bahwa:

ü Italia mempunyai kepentingan di Laut Tengah

ü Apabila daerah Turki di Asia dibagi-bagi, Italia harus mendapat bagian yang adil dari daerah Laut Tengah yang berbatas dengan propinsi Adalia

ü Jika Perancis, Inggris dan Rusia dalam waktu perang menduduki suatu daerah Turki di Asia, maka Italia berhak menduduki daerah Laut Tengah yang berbatasan dengan daerah Adalia.

Dengan Perjanjian ini, Italia mengumumkan perang terhadap Turki pada tanggal 20 Agustus 1915.

Ø PERJANJIAN SYKES-PICOT

Pada tahun 1915 di Kairo diadakan perundingan antara Sir Mark Sykes, komisaris tinggi Inggris untuk urusan Timur Tengah, dan George Picot, komisaris tinggi Perancis untuk urusan Timur Tengah mengenai hari kemudian Arab dan mengenai keinginan dari kedua Negara ini untuk membagi negeri tersebut setelah perang selesai.Pada tanggal 16 mei 1916 tercapailah persetujuan antara kedua belah pihak, dimana persetujuan tersebut terkenal dengan Sykes-Picot Agreement.

  • Kesimpulan dari persetujuan ini antara lain :

v Rusia mendapat bagian propinsi Erzerum, Trabizond,Van dan Bitlis demikian juga daerah-daerah sebelah utara Kurdistan sepanjang garis Mush, Sairt, Ibnu Omar dan Imadija sampai perbatasan Iran.

v Perancis mendapat daerah pantai Suria, wilayah Adana, dan wilayah Kilikia, yang garis perbatasannyasebelah selatan dimulai dari Aintab dan Mardin sampai perbatasan Rusia.sedangkan sebelah utara dimulai dari Ala-Dagh, Kaisarija, Ak-Dagh, Yildiz-Dagh dan Zara sampai ke Egin karpt.

v Inggris mendapat bagian Mesopotamia Selatan dengan Bagdad, demikian juga pelabuhan Helfa dan Akka di Palestina.

v Didaerah yang terletak diantara daerah Inggris dan daerah Perancis akan dibentuk suatu Negara federal atau Negara Uni Tarus Arab.Daerah ini akan dibagi dalam dua daerah pengaruh, yaitu daerah Inggris dan daerah pengaruh Perancis.

v Alexandria dijadikan pelabuhan bebas

v Palestina dijadikan daerah Internasional.

Karena Syarif Huseein dan Sir Henry Mc Mahon.Syarif Hussein tidak mengetahui adanya Sykes-Picot ini, sehingga Inggris telah berbuat curang kepada Arab yang diwakili oleh Syarif Hussein.Kecurangan pemerintah Inggris oleh colonel Lawrence yang dimempunyai gelar raja Arab yang tidak bermahkota.Yaitu seorang Inggris yang amat berjasa dalam usaha membujuk bangsa Arab mengangkat senjata terhadap Turki dan berperang disamping Sekutu merasa sangat malu dan untuk menebus rasa malunya ia telah membongkar segala rahasia Foreigen Office dan bersumpah tidak akan menerima suatu apapun dari pemerintah Inggris dan Lowrence telah memenuhi sumpah itu.

Ø INGGRIS MEMBANTU MELAKSANAKAN CITA-CITA ZIONIS

Janji Balfour membuat pemerintahan Inggris mengangkat Sir Herbert Samuel (yahudi Inggris ) menjadi Komisaris Tinggi Inggris yang pertama di Palestina. Mulai dari itu kaum Yahudi dari berbagai dunia berdatangan ke Palestina. Para pendatang tersebut mendirikan berbagai perusahaan, membuka tambang-tambang dan koloni sehingga dapat dikatakan seluruh perekonomian Palestina diduduki dan dibantu oleh kaum zionis yang dapat membahayakan bangsa Arab.

Ø PEMBERONTAKAN ARAB PALESTINA

Pada tahun 1929 meletus pemberontakan dan akhirnya dapat ditindas oleh Inggris. Pada tahun 1935 partai politik di Palestina bergabung dalam Panitia Arab Tertinggi dan pada tanggal 26 Nopember 1935 panitia menuntut:

a. Membentuk suatu pemerintahan nasional yang bertanggung jawab pada parlemen

b. Menghentikan sama sekali pemindahan kaum Yahudi ke Palestina

c. Melarang penjualan tanah kepada kaum Yahudi

Kemudian pemerintahan Inggris membentuk dewan legislative. Pada tahun 1936 panitia Arab tertinggi menuntut kembali seperti halnya pada tahun 1935, yang diiringi dengan pemogokan umum. Sehingga pemerintahan inggris mengirim pasukan polisi istimewa yang kebanyakan terdiri dari orang yahudi dan tentara Inggris.

PERKEMBANGAN MASALAH YAHUDI DI PALESTINA

Ø INGGRIS MENJANJIKAN PALESTINA JADI TANAH AIR YAHUDI

Janji manis yang diberikan inggris pada perang dunia 1 kepada bangsa Arab untuk memikat hati Bangsa Arab diantara janji itu mengenai hari kemudian Palestina.Pada tanggal 8 agustus 1916 menngeluarkan suatu statement yaitu diantaranya masalah-masalah yang penting yang tidak dapat diubah lagi dalam program politik Inggris. Bahwa segala tempat suci (di Palestina dan sekitarnya) harus tetap berada di dalam tangan Pemerintahan Islam yang merdeka.

Bulan desember 1917 Lord Allenby bersama dengan pasukannya memasuki kota jeruzalem, mengumumkan sebagai berikut: ,,bahwa tujuan dari pad kependudukan Inggris adalah untuk mebebaskan Palestina dari perbudakan Turki dan membangunkan suatu pemerintahan nasional yang merdeka.

Tanggal 5 januari 1918 Lloyd George, perdana Menteri Inggris dalam suatu pidatonya yang ditujukan kepada syarikat buruh Inggis menegaskan: ,,bahwa Britania-Raya mengakui hak Palestina, Jazirah Arabia, Suria dan Irak untuk mempunyai kebebasan dan kemerdekaan, serta hak untuk membentuk suatu pemerintahan nasional yang merdeka.

Ketika perjanjian sedang berjalan antara Sir Henry Mc Mahon, raja muda Inggis di Mesir mengadakan perjanjian rahasia denagn perancis ( Perjanjian sykes-Picot) untuk mebagi Negara Arab yang berada di bawah kekuasaan Turki . menurut Perjanjian Sykes-Picot ini, Suria dan Libanon dijadikan daerah pengaruh Perancis, Irak dijadikan daerah pengaruh Inggris, sedangkan Palestina dijadikan daerah internasional, dengan ketentuan bahwa pelabuhan Heifa dan Akka harus menjadi kepunyaan Inggis. Sehingga dengan kata lain, isi perjanjian tersebut bertentangan sama sekali dengan persetujuan yang telah dicapai antar Syarif Husein dengan Sir Henry Mc Mahon, raja Muda Inggris di Mesir.

Pada permulaan tahun 1917, Mr. Balfour mentri luar negeri Inggis berangkat ke Amerika untuk mengadakan perundingan dengan pemimpin Yahudi di sana. Maka pada tanggal 2 November 1917, di umumkan Keterangan Balfour ( Balfour Declaration ) yaitu diterangkan bahwa Pemeriontah Inggris berjanji akan berusaha sekuat-kuatnya untuk membangunkan tanah air yahudi (Jewish national Home) di Palestina.

Keterangan Balfour merupakan bukti bahwa Inggris telah mengkhianati janji yang telah diberikannya kepada bangsa aRab serta merupakan suatu sikap yang terang-terangan dari pemerintah Inggris untuk mebantu gerakan kaum Yahudi untuk merampas tanah air bangsa Arab, Palestina.

Yang sangat menyolok mata, bukan saja Inggris dan sekutunya dengan jalan paksa telah meletakkan Palestina di bawah mandate Inggris, dan ditegaskan pula bahwa pemerintah mandate mengakui perwakilan yahudi sebagai badan umum” a public body” untuk memberi adpis dan bantuannya kepada pemerintah Palestina mengenai hal-hal yang bersangkutan denagn pembangunan tanuah air Yahudi, baik dalam urusan ekonomi maupun urusan social dan lainnya.

Selain itu kepada badan ini diberi hak untuk turut bekerja-sama untuk pemerintah Palestina untuk kebangunan Palestina dalam segala lapangan. Tidak ketinggalan pula di atur dalam piagam mandate itu, tugas pemerintah Palestina untuk mempermudah pemindahan kaum Yahudi ke Palestina dan untuk menarik hati mereka supaya pindah ke sana dengan pertolongan Ba dan Perwakilan Zionis.

Maka dengan ketentuan tersebut, Ba dan perwakilan Zionis yang dinamakn “public body” itu telah merupakan :”impeium in imperio” atau Negara dalam Negara. Oleh karena itu kedua belah pihak saling bantu-mambantu. Tidak heran kalau Inggris mengeluarkan keterangan Balfour dengan tidak memperdulikan sama sekali hak dan kepentingan bangsa arab dan tidak heran pula kalau keputusan kongres Yahudi Amerika pada tanggal 18 desember untuk meminta mandate Britania-raya atas palestina, diambil oleh perhimpunan Zionis menjadi keputusannya, dan kemudian disampaikan kepada Majlis Tertinggi Sekutu pada tanggal 3 februari 1919, dengan permintaan supaya Lembaga Bangsa-bangsa berusah melaksankannya, dengan alasan bahwa keputusan itu sesuai dengan keinginan Yahudi sedunia.

About nugrahagilang

MARILAH MAJUKAN DUNIA PENGETAHUAN DENGAN PERCAYA DIRI

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: